Translate

Tampilkan postingan dengan label Konseling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konseling. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2015

Pendekatan Layanan BK



Dalam layanan BK, yang menjadi subjek adalah orang yang dibimbing. orang yang dibimbing dibentuk oleh lingkungan, dan lingkungan dikembangkan oleh orang – orang. Banyak masalah individu/kelompok disebabkan oleh lingkungan, dan dapat pula terjadi untuk membantu mengatasi masalah individu/kelompok yang ditangani justru lingkungannya. Dalam layanan BK, pembimbing tidak saja melihat orang yang dibimbing dengan segala karakteristiknya, tetapi juga melihat lingkungan (terutama lingkungan sosial) dengan segala karakteristiknya.

Banyak pendekatan untuk melihat pelayanan BK secara menyeluruh, seperti layanan BK dilihat dari:

     1.     Subyek yang dilayani (individu-kelompok, anak-remaja-dewasa-lansia)
     2.    Tempat pelayanan (di sekolah – di luar sekolah)
     3.    Bidang layanan (pribadi-sosial-karir-belajar dll)
     4.    Kegiatan pelayanan (informasi-penempatan-konseling-orientasi-pembelajaran dsb)
     5.   Fungsi pelayanan (pemahaman-pencegahan-pengentasan-pemeliharaan-pengembangan)
     6.    Metode pelayanan (konseling-nasehat-ceramah-latihan dsb)

Jika masing – masing aspek dikaitkan dengan aspek lainnya, maka akan dijumpai berbagai ragam layanan BK, misalnya layanan BK kepada individu di sekolah, layanan bidang pribadi, kegiatan layanan informasi, dengan fungsi pemahaman dan dilakukan dengan ceramah. Demikian pula jika aspek tertentu dikaitkan pula dengan aspek lainnya.

Layanan BK di Industri, Perusahaan dan Kantor



Awal perkembangan BK di Amerika-Eropa adalah pada bidang pekerjaan (vocational guidance), hal ini sejalan dengan adanya revolusi industri. Perkembangan tersebut juga dipicu oleh pandangan baru dalam bidang manajemen terutama manajemen operasional, antara lain pandangan akan pemberian kesempatan berkembang dan meningkatkan prestasi kerja secara optimal kepada setiap karyawan, sehingga diperlukan pembinaan perorangan/karyawan dalam jabatan atau pekerjaannya. Di Amerika program bantuan untuk karyawan di lingkungan industri dinamakan EAP (Employee Assistance Programe). Program ini ditujukan baik untuk membantu karyawan yang memiliki masalah penampilan kerja maupun untuk karyawan yang mengalami masalah pribadi/keluarga.

Perkembangan sosial - ekonomi masyarakat, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada gilirannya memberikan dampak tertentu bagi kehidupan masyarakat termasuk para karyawan. Berbagai problem dirasakan oleh karyawan, seperti problem keluarga, problem ekonomi, kesehatan mental, kepuasan kerja dan sebagainya, yang semuanya itu akan dibawa oleh karyawan dalam lingkungan kerja, yang pada akhirnya akan mempengaruhi produktivitas kerja. Melihat kenyataan tersebut maka perlu layanan BK di perusahaan atau di kantor.

Kamis, 15 Oktober 2015

Teknik Konseling Umum



Teknik konseling secara umum yang diungkapkan Sofyan S Willis dan Akhmad Sudrajat (2011:36-45) diantaranya :

    1.     Attending yang baik, yaitu perilaku yang bisa menghormati dan meningkatkan harga diri konseli, mencakup kontak mata, bahasa tubuh, dan bahasa lisan. Misal : konselor aktif mendengarkan dan penuh perhatian saat konseli berbicara.

    2.    Empati, yaitu kemampuan konselor untuk merasakan, mengerti dan memahami apa yang sedang dirasakan konseli.

    3.    Refleksi, yaitu teknik menentramkan dan meyakinkan konseli agar ia bisa mengungkap yang sedang ia rasakan dan pikirkan.

   4.    Reassurance, yaitu teknik memantulkan kembali perasaan dan pikiran yang telah diungkapka konseli.

   5.    Eksplorasi, teknik untuk menggali informasi atau data tentang apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan konseli secara menyeluruh.

    6.    Paraphrasing, yaitu teknik untuk menyatakan kembali inti dari apa yang disampaikan konseli dengan kalimat sederhana.

    7.    Pertanyaan tertutup, yaitu teknik bertanya yang membutuhkan jawaban ya, tidak atau jawaban lain misal : “Sedihkah Anda?”
   
   8.    Pertanyaan terbuka, yaitu teknik bertanya yang membutuhkan jawaban lebih dari sekedar ya atau tidak.

    9.    Inisiatif, yaitu teknik mendorong konseli agar lebih bersemangat lagi untuk berbicara mengungkapkan apa yang dirasakannya.

   10. Konfrontasi, yaitu teknik untuk menyadarkan konseli pada inkonsistensi antara perkataan dengan perbuatan.

    11.  Minimal encouragement ( dorongan minimal), yaitu teknik untuk memberi dorongan kepada konseli yang ditunjukkan dengan ungkapan singkat, misalnya : oh, ya, lalu, terus. Tujuan dorongan ini agar konseli terus berbicara dan pembicaraan mencapai tujuan.

    12. Menyimpulkan sementara, yaitu teknik yang digunakan untuk menyimpulkan sementara hasil pembicaraan yang telah berlangsung untuk mempertajam fokus pembicaraan.

   13. Menjernihkan, yaitu teknik untuk menjernihkan ucapan konseli yang masih samar – samar atau meragukan.

   14. Menyimpulkan, yaitu teknik untuk menyimpulkan pembicaraan yang berguna untuk memantapkan rencana dan pemahaman konseli.

Selasa, 13 Oktober 2015

Teknik Konseling



Dalam proses konseling, terdapat teknik yang dilakukan oleh konselor. Supratiknya (1996:156) membagi proses konseling menjadi tiga bagian pokok yaitu :

     1.     Pembukaan
Sebagai pembuka, konselor mengucapkan salam secukupnya dan berusaha membuat konseli merasa enak dan nyaman.

   2. Konselingnya sendiri. Pada bagian ini konselor membantu konseli mengungkapkan kecemasannya dan mendengarkannya dengan sepenuh hati. Konselor membutuhkan keterampilan dalam memperhatikan dan berusaha mengikuti apa saja yang dikatakan oleh konseli, lantas berusaha memberikan tanggapan – tanggapan yang sungguh – sungguh menjawab kebutuhan konseli pada saat itu. Pada bagian ini, konselor boleh menggunakan banyak teknik agar konseli bisa melepaskan kecemasan dan memperoleh pengertian baru.

     3.    Penutup
Sesudah puas melepaskan kecemasan – kecemasannya, konselor membantu konseli dalam menilai kemajuan- kemajuan yang dicapai dalam proses ini.
Untuk pembahasan teknik – teknik konseling secara umum akan dijelaskan pada postingan selanjutnya.

Senin, 12 Oktober 2015

Tingkatan Masalah dalam Konseling



Tingkatan masalah yang digolongkan oleh Sofyan S Willis dan Akhmad Sudrajat (2011:26) sebagai barikut:

     1.     Masalah ringan, misalnya : membolos, kesulitan belajar, berkelahi, bertengkar, meminta uang dengan paksa, mencuri atau minum – minuman keras dalam tahap awal.
     
     2.    Masalah sedang, misalnya : gangguan emosional, pacaran yang tidak sehat, berkelahi antar sekolah, mencuri atau minum minuman keras dalam tahap sedang, melakukan perilaku asusila. 

     3.    Masalah berat, misalnya : gangguan emosional berat, kecanduan narkoba, pelaku kriminalitas, melakukan seks bebas yang menyebabkan hkehamilan di luar nikah, perkelahian dengan senjata tajam.

Untuk menangani masalah – masalah tersebut, maka dilakukan treatment. Treatment adalah upaya perbaikan atas masalah yang dihadapi. Adapun treatment yang dilakukan mulai dari konseling pribadi untuk masalah ringan, sampai dengan pengambil alihan kasus oleh pihak lebih berwenang seperti polisi atau ahli hokum untuk masalah berat.

Sumber : Endang Ertiati Suhesti, S.Pd - Bagaimana Konselor Sekolah Bersikap?